1
1
1
2
3
KOTA BEKASI — Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Jatiwaringin menegaskan bahwa bantuan pemerintah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) Tahun Anggaran 2026 merupakan dana stimulan atau dana pancingan, bukan pembiayaan penuh untuk seluruh kebutuhan pembangunan rumah.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi program RUTILAHU yang berlangsung di Sekretariat BKM Jatiwaringin, Jalan Raya Jatiwaringin Nomor 140, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Rabu, 9 September 2026.
Ketua BKM Jatiwaringin menjelaskan, dana stimulan pemerintah diberikan sebagai pemicu agar masyarakat dapat memperbaiki kondisi rumah yang sebelumnya tidak layak menjadi hunian yang lebih sehat, aman, nyaman, dan layak ditempati.
Menurutnya, keberhasilan program RUTILAHU tidak semata-mata bergantung pada bantuan pemerintah. Dibutuhkan pula swadaya keluarga, partisipasi masyarakat, kepedulian lingkungan, serta semangat gotong royong.
“Bantuan pemerintah adalah stimulan, sementara gotong royong masyarakat menjadi kekuatan utamanya,” tegas Ketua BKM Jatiwaringin.
Ia mengajak masyarakat penerima manfaat maupun lingkungan sekitar untuk bersama-sama menjaga amanah program tersebut. Bantuan harus digunakan sesuai peruntukan, sementara proses pembangunan perlu dilakukan secara bertanggung jawab dan mengedepankan keterbukaan.
BKM juga menilai RUTILAHU bukan sekadar program memperbaiki bangunan rumah. Lebih jauh, program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan keluarga dan lingkungan masyarakat.
“Rumah yang layak bukan hanya persoalan bangunan. Rumah adalah tempat anak-anak tumbuh, keluarga berkumpul, orang tua beristirahat, sekaligus tempat membangun masa depan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut hadir Lurah Jatiwaringin Hariri, S.IP, Koordinator BKM Jatiwaringin Ariswandi Sarmin, Sekretaris BKM Parsi Ekowati beserta anggota, Sekretaris LPM Madani, S.Pd, serta Ketua Forum RW Kelurahan Jatiwaringin Perdamean Edi, S.Pd.
Keterlibatan unsur kelurahan, BKM, LPM, Forum RW, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan program RUTILAHU dapat dikawal bersama, mulai dari sosialisasi hingga pelaksanaannya di lapangan.
BKM Jatiwaringin berharap bantuan pemerintah tersebut dapat menjadi awal perubahan bagi keluarga penerima manfaat. Dengan dukungan stimulan pemerintah yang diperkuat swadaya dan gotong royong masyarakat, rumah yang sebelumnya tidak layak diharapkan dapat berubah menjadi hunian yang sehat, aman, nyaman, dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga.
YB