Popular Posts

Melalui TMMD Non Fisik 2026, TNI-Polri Perkuat Karakter Pelajar dengan Penyuluhan Kamtibmas di SMA Yadika 11 Jatirangga.

 

Kota Bekasi – Dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan Non Fisik TMMD Reguler Ke-28 Kodim 0507/Bekasi Tahun Anggaran 2026, Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatirangga Bripka Yasir Arfaki melaksanakan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi kepada para pelajar SMA Yadika 11 Jatirangga yang berlokasi di Jl. Lurah Namat RT 01 RW 03, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, pada hari Senin, 27 Maret 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial serta pendekatan humanis kepada generasi muda, dengan melibatkan unsur TNI, Polri, dan instansi terkait. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapten Inf. Ahmad Yani, dr. Indah dari Dinas Kesehatan, serta Babinsa AD Serda Wahyu Tribuono. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan kuatnya sinergitas dalam membangun kesadaran kolektif di kalangan pelajar terhadap pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam penyuluhan tersebut, Bhabinkamtibmas menyampaikan berbagai materi penting yang relevan dengan kondisi dan tantangan generasi muda saat ini. Di antaranya adalah bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan, meningkatnya fenomena judi online (judol) yang berdampak pada kerugian finansial dan moral, serta maraknya pinjaman online ilegal (pinjol) yang kerap menjerat masyarakat dengan bunga tinggi dan praktik intimidatif.

Selain itu, para pelajar juga diberikan pemahaman terkait dampak negatif pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun sosial. Tidak kalah penting, Bhabinkamtibmas juga menekankan agar para siswa menjauhi aksi tawuran pelajar yang hingga saat ini masih menjadi ancaman serius bagi keamanan lingkungan dan keselamatan generasi muda.

Dalam suasana yang komunikatif dan interaktif, para pelajar tampak antusias mengikuti kegiatan, bahkan beberapa di antaranya aktif mengajukan pertanyaan terkait fenomena yang mereka hadapi di lingkungan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang dilakukan mampu menyentuh kesadaran mereka secara langsung.

Melalui kegiatan ini diharapkan para pelajar tidak hanya memahami bahaya dari berbagai bentuk kenakalan remaja, tetapi juga mampu membentengi diri, meningkatkan kedisiplinan, serta menumbuhkan sikap tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa. Kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi proses belajar mengajar.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini serta berharap dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap masa depan generasi muda.

 

 

Abud / AR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
WhatsApp