Popular Posts

Peringatan Hari Buruh, Nurul Fahmi: Negara Harus Hadir Lindungi dan Sejahterakan Pekerja.

 

Bekasi — Momentum 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional kembali menjadi pengingat pentingnya peran pekerja dalam menopang roda ekonomi. Wakil Ketua DPC Partai Gerakan Rakyat Pondok Gede, Nurul Fahmi Firmansah, S.Pd., M.M., menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh sekaligus menegaskan perlunya kebijakan negara yang lebih berpihak pada kesejahteraan dan perlindungan buruh, baik di dalam maupun luar negeri.

Menurutnya, buruh merupakan elemen kunci dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Tanpa kontribusi tenaga kerja, keberlangsungan sektor industri tidak akan berjalan optimal.

“Buruh adalah penggerak ekonomi. Tanpa mereka, roda industri tidak akan berjalan. Maka, kesejahteraan buruh harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Namun di lapangan, berbagai persoalan mendasar masih terus terjadi. Mulai dari upah yang belum memenuhi standar, ketidakpastian status kerja, hingga belum meratanya jaminan sosial. Selain itu, aspek keselamatan dan keamanan kerja juga dinilai belum sepenuhnya terpenuhi.

Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan sekadar keluhan, melainkan menyangkut hak dasar pekerja yang wajib dipenuhi oleh perusahaan sesuai regulasi yang berlaku.

“Kita harus memastikan upah layak, jaminan kesehatan, jaminan ketenagakerjaan, serta lingkungan kerja yang aman. Ini bukan tuntutan berlebihan, melainkan hak yang wajib dipenuhi,” ujarnya.

Nurul Fahmi juga menyoroti masih adanya praktik kerja yang merugikan buruh, seperti kontrak yang tidak jelas serta sistem kerja yang tidak transparan di sejumlah sektor.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah daerah, khususnya di Kota Bekasi, agar memperketat pengawasan terhadap perusahaan guna memastikan kepatuhan terhadap aturan ketenagakerjaan.

“Pengawasan harus diperkuat agar tidak ada perusahaan yang mengabaikan hak pekerja. Pemerintah perlu bersikap tegas dalam menindak pelanggaran,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menilai hubungan industrial yang sehat antara pengusaha dan pekerja menjadi kunci dalam menjaga stabilitas usaha sekaligus meningkatkan produktivitas.

Peringatan Hari Buruh, lanjutnya, tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Momentum ini harus menjadi titik dorong untuk menghadirkan perubahan nyata dalam pemenuhan hak serta peningkatan kesejahteraan buruh di Indonesia.

 

Abud / AR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
WhatsApp