Popular Posts

Reses DPRD Way Kanan: Kholid Hasbana Serap Keluhan Warga, Kabel PLN Rendah Jadi Sorotan.

 

WAY KANAN — Anggota DPRD Kabupaten Way Kanan dari Fraksi Gerindra, Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Baradatu–Gunung Labuhan, Kholid Hasbana, menggelar Masa Reses Ke-II Tahun 2026 di Dusun 3, Kampung Banjar Mulya, Kecamatan Baradatu, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan dihadiri puluhan warga. Forum reses tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari pelayanan publik hingga persoalan infrastruktur dan keselamatan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Kholid Hasbana menegaskan bahwa reses merupakan momentum bagi anggota dewan untuk turun langsung ke tengah masyarakat dan mendengar persoalan dari akar rumput.

Sebagai Sekretaris Komisi IV DPRD Way Kanan yang membidangi sejumlah sektor pelayanan publik, antara lain BPJS, kesehatan, pendidikan, kesejahteraan sosial dan kepemudaan/olahraga, Kholid meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan setiap persoalan yang berkaitan dengan bidang tersebut.

“Reses ini wadah untuk menanyakan langsung apa yang menjadi keluhan Bapak dan Ibu sekalian. Khususnya warga Kampung Banjar Mulya, jika ada kendala pada bidang-bidang mitra Komisi IV, tolong segera hubungi dan sampaikan ke saya,” ujar Kholid di hadapan warga.

BPJS Gratis Dinonaktifkan, Warga Diminta Aktif Melapor

Salah satu persoalan yang turut menjadi perhatian Kholid adalah carut-marut kepesertaan jaminan kesehatan gratis atau BPJS yang disebut belakangan banyak mengalami penonaktifan secara mendadak.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa penjelasan karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang sangat bergantung pada fasilitas jaminan kesehatan pemerintah.

Namun, Kholid juga mengingatkan masyarakat bahwa pemerintah daerah saat ini menghadapi keterbatasan kemampuan anggaran. Karena itu, komunikasi dan pelaporan dari masyarakat dinilai penting agar setiap persoalan dapat ditelusuri dan dicarikan jalan keluarnya sesuai kewenangan pemerintah daerah.

Kabel PLN Rendah Dipersoalkan, Warga Khawatir Keselamatan Terancam

Dalam sesi penyampaian aspirasi, persoalan infrastruktur lingkungan juga mencuat.

Salah seorang warga, Bapak Ali, menyampaikan kondisi kabel listrik PLN yang membentang rendah di depan permukiman warga. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, terlebih apabila kabel berada terlalu dekat dengan aktivitas warga maupun kendaraan yang melintas.

Keluhan tersebut menjadi perhatian karena persoalan jaringan listrik bukan hanya menyangkut kenyamanan, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan warga.

Kholid Hasbana menyatakan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dicatat dan menjadi bahan untuk ditindaklanjuti melalui jalur kedewanan maupun koordinasi dengan instansi terkait.

Ia berkomitmen memperjuangkan aspirasi tersebut dalam pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD, sepanjang memenuhi ketentuan dan kewenangan yang berlaku.

“Semua aspirasi masyarakat akan kita catat. Mana yang menjadi kewenangan pemerintah daerah akan kita perjuangkan melalui pokir dan kita koordinasikan dengan dinas atau instansi terkait,” tegasnya.

Reses kemudian ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama masyarakat.

Masyarakat berharap reses tidak berhenti sebatas menampung keluhan, tetapi benar-benar menghasilkan tindak lanjut nyata. Sebab bagi warga, persoalan seperti jaminan kesehatan dan kabel listrik yang dinilai membahayakan bukan sekadar bahan pembicaraan, melainkan kebutuhan yang menyangkut langsung kehidupan sehari-hari.

Laporan: Abah Goteng / Redaktur Senior Tribuanamuda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
WhatsApp