1
1
1
2
3
Jakarta.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menilai langkah Polri dalam menindak oknum anggota yang melanggar aturan sebagai contoh transparansi institusi negara. Menurutnya, respons cepat dan keterbukaan terhadap pelanggaran menjadi indikator penting dalam proses reformasi kelembagaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Habiburokhman saat menghadiri seminar “UNIPOL: Menyiapkan Personel Polri yang Presisi” di Auditorium Mutiara STIK/PTIK Polri, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyoroti percepatan transformasi Polri di tengah tuntutan reformasi yang semakin kuat di era demokrasi.
Menurutnya, setiap institusi negara pasti menghadapi tantangan integritas, termasuk munculnya oknum yang melakukan pelanggaran. Namun ia menegaskan, keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan tegas jauh lebih penting dibanding keberadaan oknum itu sendiri.
Habiburokhman menilai Polri mampu menunjukkan respons terbaik. Ia mencontohkan keterbukaan dalam pemberian sanksi, termasuk pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH), yang dapat diketahui publik secara jelas. Kondisi ini, kata dia, berbeda dengan sejumlah lembaga lain yang sanksinya sulit dilacak masyarakat.
Politikus Partai Gerindra tersebut juga mengapresiasi kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang dinilai mendorong transparansi. Ia menilai keterbukaan menjadi cara efektif untuk menunjukkan bahwa pelanggaran dilakukan oleh oknum, bukan kebijakan institusi.
Selain itu, Habiburokhman menyebut keterbukaan sebagai “senjata” penting bagi lembaga negara, termasuk DPR RI, dalam menjaga kepercayaan publik. Dengan transparansi, masyarakat dapat menilai langsung komitmen penegakan disiplin internal.
Lebih lanjut, Komisi III DPR RI memastikan akan terus mendorong proses penegakan hukum yang terbuka melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). Ia juga mengapresiasi langkah cepat Polri yang dinilai selalu menindaklanjuti kesimpulan DPR.
“Respons cepat ini membuat publik dapat melihat ketegasan Polri dalam menyikapi oknum yang melakukan pelanggaran,” tutup Habiburokhman.