1
1
1
2
3
BEKASI — Tiga puluh empat tahun bukanlah waktu yang singkat. Banyak hal telah berubah, wajah-wajah yang dahulu begitu akrab kini dihiasi guratan usia, kesibukan dan perjalanan hidup telah membawa masing-masing alumni ke berbagai arah. Namun, kenangan masa sekolah seolah tidak pernah benar-benar hilang.
Hal itulah yang kembali dirasakan para alumni SMPN 1 Pondok Gede, Bekasi, angkatan 1989–1992. Setelah puluhan tahun berlalu sejak meninggalkan bangku sekolah, para alumni kembali menikmati indahnya sebuah momen kebersamaan, melepas rindu sekaligus menghidupkan kembali kenangan masa remaja.
Pertemuan tersebut bukan sekadar ajang berkumpul. Lebih dari itu, menjadi ruang untuk kembali menyatukan hati dan mempererat tali silaturahmi yang sempat terpisah oleh jarak, waktu, pekerjaan maupun kesibukan keluarga.
Canda tawa yang pecah di tengah pertemuan seakan membawa para alumni kembali ke masa lalu. Kisah-kisah saat masih mengenakan seragam sekolah, bermain bersama, belajar di ruang kelas, hingga berbagai kenakalan kecil khas anak sekolah kembali menjadi bahan cerita yang menghadirkan senyum dan tawa.
Tiga puluh empat tahun ternyata tidak mampu menghapus persahabatan.
Meski kehidupan telah membawa setiap orang pada jalan yang berbeda, rasa persaudaraan yang tumbuh sejak bangku SMP tetap menjadi ikatan yang kuat. Ada yang kini menjadi pengusaha, pegawai, profesional, aparatur, maupun menjalani berbagai profesi lainnya. Namun ketika kembali bertemu, sekat-sekat tersebut seakan hilang.
Yang tersisa adalah kenangan sebagai teman sekolah.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persahabatan yang dibangun sejak usia muda memiliki nilai yang sangat berharga. Pertemuan sederhana dapat menjadi begitu berarti ketika di dalamnya terdapat cerita masa lalu, rasa kekeluargaan dan keinginan untuk terus menjaga hubungan baik.
Para alumni pun berharap kebersamaan seperti ini tidak berhenti pada satu pertemuan. Silaturahmi diharapkan dapat terus terjaga dan menjadi tradisi untuk mempertemukan kembali seluruh kawan lama.
Sebab, bertambahnya usia bukan alasan untuk menjauh, melainkan menjadi kesempatan untuk semakin menghargai arti persahabatan.
Dari bangku SMPN 1 Pondok Gede, mereka pernah tumbuh bersama. Setelah 34 tahun berlalu, mereka kembali berkumpul bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi untuk merayakan persaudaraan yang ternyata masih tetap hidup hingga hari ini.
Angkatan 1989–1992 — berbeda jalan kehidupan, satu cerita, satu kenangan, dan tetap satu keluarga alumni.
Yusup Bahtiar