Popular Posts

Taman Toga “Sakura” RT 07 Tak Sekadar Ikut Lomba, Tapi Tunjukkan Bukti Nyata Kerja PKK di Kota Semarang.

 

SEMARANG – Di tengah banyaknya program yang kerap berhenti pada tataran wacana, warga RT 07 RW 01 Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang justru menunjukkan hal berbeda. Melalui Lomba Taman Tanaman Obat Keluarga (Toga) yang digelar pada 26 April 2026, mereka membuktikan bahwa program PKK bisa benar-benar hidup dan memberi manfaat nyata.

Taman Toga “Sakura” menjadi salah satu bukti konkret. Bukan sekadar taman pelengkap lomba, tetapi ruang hidup yang dirawat, dimanfaatkan, dan dijaga bersama oleh warga. Di sini, tanaman obat bukan hanya ditanam, tetapi juga dipahami, digunakan, bahkan mulai diolah untuk kebutuhan sehari-hari.

Dengan komposisi tanaman seperti jahe, kunyit, serai, lengkuas, hingga berbagai tanaman herbal lainnya, taman ini menghadirkan solusi sederhana untuk kesehatan keluarga. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu stabil, keberadaan tanaman obat menjadi alternatif cerdas yang murah dan mudah dijangkau.

Di balik keberhasilan ini, terdapat struktur organisasi yang bekerja nyata, bukan sekadar formalitas:

Pembina (Ketua PKK RT 07): Vivi Novi Ariyani

Ketua Taman Toga: Ariesta Kurniasari

Sekretaris: Dwinta

Bendahara: Andhita Ambo

Kekompakan tim ini terlihat dari bagaimana taman dikelola secara konsisten. Mulai dari perencanaan, penanaman, hingga perawatan dilakukan dengan melibatkan warga. Tidak ada yang berjalan sendiri—semua bergerak bersama.

Lomba yang digelar di wilayah RW 01 ini sejatinya menjadi cermin: apakah dana Bantuan Operasional PKK (BOP PKK) benar-benar dimanfaatkan, atau hanya sebatas laporan di atas kertas. Dan RT 07 memberikan jawabannya—jelas, tegas, dan terlihat.

Taman Toga “Sakura” tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat fungsi. Penataan yang rapi, adanya label tanaman, serta kebersihan area menunjukkan bahwa taman ini dirancang dengan keseriusan. Bahkan, anak-anak pun mulai dikenalkan dengan jenis tanaman obat, menjadikan taman ini sebagai sarana edukasi sejak dini.

Lebih dari itu, semangat gotong royong yang tumbuh selama proses persiapan lomba menjadi nilai yang tidak ternilai. Warga yang sebelumnya sibuk dengan aktivitas masing-masing, kini memiliki ruang untuk berkumpul, berdiskusi, dan bekerja bersama demi satu tujuan.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Dari halaman kecil di lingkungan RT, perubahan bisa dimulai—asal ada kemauan, kepedulian, dan kebersamaan.

Taman Toga “Sakura” RT 07 telah membuktikan satu hal penting: ketika program pemerintah disambut dengan keseriusan masyarakat, hasilnya bukan hanya terlihat, tetapi juga terasa.

 

YB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
WhatsApp