1
1
1
2
3
Tribuanamuda.com – Nagan Raya, [27 April 2026] – Sebuah pemandangan yang memprihatinkan terlihat di lingkungan kantor Dinas Sosial Kabupaten Nagan Raya, tepatnya di tiang bendera utama. Bendera Merah Putih yang merupakan lambang kehormatan dan kedaulatan negara terpasang dalam keadaan robek dan tidak terawat, memancing perhatian dan komentar dari Lsm GMBI Aceh yang sedang melintas di sekitar lokasi.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada hari [Senin 27 April 2026], terlihat jelas bagian tepi dan sudut bendera mengalami kerusakan, dengan beberapa bagian kain yang terurai dan terlepas. Bendera tersebut tetap dikibarkan meskipun kondisinya sudah tidak layak, seolah tidak ada perhatian dari pihak pengelola gedung untuk menggantinya atau memperbaikinya.
Sektaris LSM GMBI Aceh bikramullah menyampaikan kekecewaannya, “Saya lewat di lokasi ,menurut keterangan warga sudah berhari-hari bahkan berminggu-minggu bendera ini dalam keadaan rusak tapi tidak diganti. Padahal bendera ini adalah simbol persatuan dan kehormatan bangsa, seharusnya dijaga dan dirawat dengan baik, apalagi ini di kantor dinas pemerintahan yang seharusnya menjadi contoh.”
Sektaris LSM GMBI ikramullah menjelaskan Ketentuan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa pengibaran bendera negara harus dilakukan dengan penuh kehormatan, dan bendera yang sudah rusak, pudar, atau tidak layak pakai wajib segera diganti.
Pemerintah daerah dan instansi pemerintahan memiliki tanggung jawab khusus untuk memastikan kondisi bendera yang dikibarkan selalu baik dan layak. Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Sosial Kabupaten Nagan Raya belum memberikan tanggapan resmi terkait hal ini.
Kami lsm GMBI Aceh berharap agar instansi terkait segera menindaklanjuti masalah ini, mengganti bendera yang rusak dengan yang baru, serta meningkatkan pengawasan dan perawatan terhadap simbol-simbol kenegaraan yang ada di lingkungan kantor pemerintahan. Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat untuk senantiasa menghormati dan merawat bendera negara sebagai wujud rasa cinta tanah air dan penghargaan terhadap identitas bangsa.
Kaperwil Aceh (Fitriyani)