Popular Posts

Pencarian Pemancing Hilang di Kali Bekasi Masih Berlangsung, Tim SAR Sisir Aliran Hingga 6 Kilometer.

BEKASI, Tribuanamuda.com, 25 Mei 2026 – Operasi pencarian terhadap seorang pemuda berinisial MIM (22) yang hilang terseret arus Kali Bekasi di wilayah Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, masih terus dilakukan hingga Senin sore.

Tim gabungan dari Basarnas, BPBD Kota Bekasi, kepolisian, Satpol PP, serta sejumlah relawan SAR dikerahkan untuk melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai sejak korban dilaporkan hilang pada Sabtu sore (23/5).

Korban diketahui terseret arus saat hendak menyeberangi sungai bersama rekannya untuk berpindah lokasi memancing di kawasan Perumahan Pondok Mitra Lestari. Saat berada di tengah aliran sungai, korban diduga tidak mampu melawan derasnya arus yang meningkat akibat tingginya debit air.

Menurut keterangan saksi di lokasi, korban sempat terlihat terbawa arus beberapa puluh meter sebelum akhirnya tenggelam dan hilang dari pandangan.

Dalam proses pencarian, tim dibagi menjadi dua jalur operasi. Tim air menggunakan perahu karet untuk menyisir aliran sungai hingga radius sekitar 6 kilometer ke arah hilir. Sementara tim darat melakukan pemeriksaan di sepanjang bantaran kali, termasuk titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.

Kondisi arus yang deras dan air sungai yang keruh menjadi hambatan utama dalam operasi pencarian tersebut.

Koordinator lapangan dari Basarnas dan BPBD Bekasi memastikan pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan sistem pergantian personel siang dan malam.

“Pencarian masih terus berlangsung. Tim gabungan tetap melakukan penyisiran dan memperluas area pencarian demi menemukan korban secepat mungkin,” ungkapnya.

Sejumlah unsur yang terlibat dalam operasi ini antara lain Basarnas Unit Siaga SAR Bekasi, BPBD Kota Bekasi, Polsek Jatiasih, Satpol PP, KORGAD Rescue, SAR MTA, Semut Rescue, Baznas Rescue, AWIBB Rescue, serta warga setempat.

Petugas juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak menyeberangi sungai ketika debit air meningkat, terutama saat cuaca ekstrem dan hujan deras di wilayah hulu.

Abud (AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
WhatsApp