1
1
Kabupaten Pesisir Barat, Lampung — Kejadian memalukan mencoreng wajah penegakan hukum di Pesisir Barat. Seorang tahanan kasus pencurian bernama Hengki Saputra dilaporkan kabur dari Kantor Kejaksaan Cabang Krui saat hendak menjalani persidangan, Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Kaburnya tahanan dari lingkungan kejaksaan langsung memicu kemarahan dan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Sebab, lokasi pelarian bukan tempat umum, melainkan area institusi hukum yang seharusnya steril, ketat, dan berada di bawah pengawasan penuh aparat.
Ironisnya, saat pihak kejaksaan menjadi sorotan akibat kecolongan, aparat kepolisian justru bergerak tanpa banyak bicara.
Dalam waktu kurang dari 12 jam, Hengki Saputra berhasil dibekuk kembali di wilayah Ngaras sekitar pukul 22.00 WIB. Penangkapan cepat itu memperlihatkan respons sigap aparat kepolisian sekaligus mempertegas lemahnya pengamanan di titik awal pelarian.
“Ini yang dipertanyakan masyarakat. Kok bisa tahanan kabur dari kantor kejaksaan? Padahal polisi saja bisa menemukan dalam hitungan jam,” ungkap seorang warga.
Peristiwa ini sontak menjadi perbincangan hangat di tengah publik. Banyak pihak menilai ada dugaan kelalaian serius dalam pengawasan tahanan hingga pelaku bisa meloloskan diri begitu mudah.
Sampai saat ini, pihak Kejaksaan Cabang Krui belum memberikan penjelasan rinci kepada publik terkait:
bagaimana tahanan bisa kabur,
siapa petugas yang berjaga saat kejadian,
dan apakah ada pemeriksaan internal terhadap pihak yang diduga lalai.
Sementara itu, informasi yang dihimpun menyebutkan aparat kepolisian langsung melakukan penyisiran dan pengejaran intensif usai menerima laporan kaburnya tahanan. Upaya cepat tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah keberadaan Hengki terlacak di wilayah Ngaras.
Meski pelaku telah kembali diamankan, publik menilai persoalan utama belum selesai. Sebab yang menjadi perhatian bukan hanya penangkapan kembali tersangka, tetapi bagaimana sistem pengamanan di lingkungan kejaksaan bisa ditembus dengan begitu mudah.
Insiden ini dinilai menjadi tamparan keras bagi institusi penegak hukum, khususnya terkait standar pengawalan tahanan sebelum menjalani proses persidangan.
Jika tidak ada evaluasi terbuka dan tindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab, kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengamanan tahanan dikhawatirkan akan semakin menurun.
Kini publik menunggu langkah nyata: siapa yang akan bertanggung jawab atas kaburnya tahanan dari dalam kantor kejaksaan?
TribuanaMuda.com akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan menghadirkan fakta-fakta terbaru di lapangan.
Sumber (Redaksi TribuanaMuda.com)