1
1
1
2
3
Kota Bekasi – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026 di wilayah Pondok Gede tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial semata, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata kepedulian sosial terhadap perlindungan perempuan.
Bertempat di Aula Kecamatan Pondok Gede, Rabu (20/5/2026), Polsek Pondok Gede bersama Puskesmas dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, pemerintahan, dan tenaga kesehatan.
Kegiatan tersebut menghadirkan Kanit Binmas Polsek Pondok Gede, IPTU H. Pardi Prasetyo, sebagai narasumber utama. Turut hadir Kepala Puskesmas Pondok Gede, Dr. Agung Insani Firdaus, Kasi Kesos Jatiwaringin Imas Sunarya, serta Kasi Kesos Kecamatan Pondok Gede Indah.
Dalam paparannya, IPTU H. Pardi Prasetyo menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan masih menjadi ancaman serius yang kerap terjadi di lingkungan keluarga maupun sosial. Menurutnya, banyak korban yang memilih diam karena takut, tertekan, hingga merasa tidak memiliki tempat untuk mengadu.
Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, karena pembiaran terhadap tindakan kekerasan hanya akan memperburuk kondisi korban dan membuka peluang terjadinya kekerasan berulang.
“Momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi semangat kebangkitan kepedulian masyarakat terhadap perlindungan perempuan. Jangan lagi ada anggapan bahwa kekerasan rumah tangga adalah urusan pribadi. Ketika ada kekerasan, semua pihak harus hadir membantu korban,” tegas IPTU H. Pardi Prasetyo.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak takut melapor apabila menemukan adanya tindak kekerasan terhadap perempuan maupun anak di lingkungan sekitar. Menurutnya, kepolisian bersama pemerintah dan unsur sosial siap memberikan perlindungan serta pendampingan kepada korban.
Sementara itu, Dr. Agung Insani Firdaus menjelaskan bahwa dampak kekerasan terhadap perempuan tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis yang dapat berlangsung dalam waktu panjang.
Menurut Dr. Agung, banyak korban mengalami gangguan mental, rasa cemas berlebihan, depresi, bahkan kehilangan semangat hidup akibat tekanan yang dialami secara terus-menerus. Karena itu, korban membutuhkan perhatian serius, bukan hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari sisi kesehatan dan sosial.
“Kekerasan terhadap perempuan adalah persoalan serius yang berdampak besar terhadap kesehatan mental korban. Jika tidak ditangani dengan baik, dampaknya bisa berkepanjangan dan memengaruhi kehidupan keluarga maupun anak-anak,” ujar Dr. Agung Insani Firdaus.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar tercipta lingkungan yang lebih peduli, aman, dan berani melindungi korban kekerasan. Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui komunikasi yang sehat dan saling menghargai.
Kegiatan sosialisasi berlangsung penuh antusias dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Para peserta diberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan, langkah penanganan korban, hingga mekanisme pelaporan apabila terjadi tindak kekerasan di lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Pondok Gede, Puskesmas, dan PSM berharap semangat Hari Kebangkitan Nasional mampu menjadi titik awal meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memerangi segala bentuk kekerasan terhadap perempuan serta memperkuat solidaritas sosial demi terciptanya lingkungan yang aman dan manusiawi.
YB Sumber Reni Rahmawati