Popular Posts

GEMPAR!!! Dua Instansi di Aceh Timur Biarkan Bendera Robek, GMBI Murka: “Ini Penghinaan terhadap Negara!”

ACEH TIMUR – Peristiwa yang dinilai sangat memalukan terjadi di Kabupaten Aceh Timur. Dalam satu hari yang sama, tim pemantau LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Aceh Timur menemukan dua kantor instansi pemerintah yang masih mengibarkan Bendera Merah Putih dalam kondisi robek, lusuh, dan tidak layak pakai, Selasa (12/05/2026).

Temuan tersebut berada di depan Kantor Satpol PP dan Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Timur. Kondisi bendera yang compang-camping dan tetap dibiarkan berkibar sontak memicu kemarahan berbagai pihak, terutama dari GMBI Aceh Timur.

Ironisnya, kedua instansi itu merupakan lembaga yang seharusnya menjadi contoh kedisiplinan dan ketertiban bagi masyarakat. Satpol PP dikenal sebagai penegak aturan daerah, sementara Dinas Lingkungan Hidup bertugas menjaga kebersihan, keindahan, dan kerapian lingkungan. Namun kenyataan di lapangan justru memperlihatkan sikap abai terhadap simbol negara.

Pimpinan GMBI Distrik Aceh Timur, Abdul Razak, mengecam keras kejadian tersebut. Ia menilai pembiaran bendera robek berkibar bukan sekadar kelalaian biasa, melainkan bentuk ketidakpedulian terhadap kehormatan bangsa.

“Kami murka! Sangat memalukan! Di depan mata publik, instansi pemerintah membiarkan bendera negara hancur begitu saja. Satpol PP yang tugasnya menegakkan aturan malah melanggar, sementara DLH yang seharusnya menjaga kerapian justru membiarkan aib ini terlihat jelas,” tegas Abdul Razak.

Menurutnya, Bendera Merah Putih bukan sekadar kain, melainkan simbol perjuangan dan harga diri bangsa yang wajib dijaga kehormatannya.

“Ini bukan soal kain murahan. Ini soal martabat negara dan penghormatan kepada jasa para pahlawan. Bagaimana pemerintah mau mendisiplinkan masyarakat kalau mereka sendiri tidak memberi contoh?” tambahnya.

GMBI mendesak agar kedua instansi segera menurunkan dan mengganti bendera yang sudah rusak tersebut dengan yang baru. Selain itu, mereka juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kedisiplinan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aceh Timur.

“Kami tidak mau ada alasan lupa atau kelalaian staf. Ini tanggung jawab pimpinan. Hari ini juga harus diganti. Kami akan terus melakukan pengawasan ke seluruh OPD. Jangan pernah main-main dengan simbol negara,” tandasnya.

Kabiro Aceh Timur: Razak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
WhatsApp