Sengketa Lahan Warga vs PT BSMI-LIP Masuk Babak Penentuan.
MESUJI – Pemerintah Kabupaten Mesuji akhirnya mengambil langkah serius dengan mempertemukan masyarakat dan perusahaan dalam satu meja mediasi guna menyelesaikan sengketa lahan yang telah berlarut-larut. Pertemuan yang dijadwalkan pada 28 Juli 2026 itu dinilai menjadi titik krusial untuk menentukan arah penyelesaian konflik agraria yang selama ini belum menemukan kepastian.
Agenda tersebut tertuang dalam Surat Bupati Mesuji Nomor 200.1.3.4/4126/V.06/MSJ/2026 tertanggal 22 Juli 2026. Mediasi akan berlangsung di Ruang Rapat Bupati Mesuji, Lantai III, dengan menghadirkan Muhammad Ali dan Abu Bakar sebagai pihak masyarakat serta PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI) dan PT Lampung Inter Pertiwi (LIP).
Secara resmi, pembahasan difokuskan pada dana kerohiman atas penguasaan lahan oleh perusahaan. Namun, di balik agenda tersebut, publik menaruh perhatian lebih besar terhadap persoalan yang dianggap sebagai akar konflik, yakni kepastian hak atas tanah yang selama ini dipersengketakan.
Libatkan Aparat Penegak Hukum dan Intelijen
Mediasi kali ini tidak hanya mempertemukan para pihak yang bersengketa. Pemerintah Kabupaten Mesuji juga mengundang Ketua DPRD Mesuji, Polres Mesuji, Kodim 0426/Tulang Bawang, Kejaksaan Negeri Mesuji, Kantor Pertanahan, BIN, serta sejumlah unsur strategis lainnya.
Kehadiran lintas instansi tersebut mengirimkan sinyal bahwa persoalan sengketa lahan ini telah menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Selain menyangkut kepastian hukum, konflik agraria juga dinilai memiliki dampak terhadap stabilitas keamanan dan iklim investasi di wilayah Mesuji.
Bukan Sekadar Dana Kerohiman
Sejumlah pihak berharap forum mediasi tidak berhenti pada pembahasan nominal dana kerohiman. Penyelesaian yang hanya berorientasi pada kompensasi dinilai belum tentu mengakhiri sengketa apabila akar persoalan mengenai status dan hak atas lahan belum memperoleh kejelasan.
Karena itu, hasil mediasi nanti diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan yang memiliki kepastian hukum, diterima seluruh pihak, dan menjadi solusi jangka panjang, bukan sekadar penyelesaian sementara.
Apresiasi atas Upaya Mediasi
Pimpinan Redaksi Tribuanamuda.com sekaligus Pimpinan Tribuana Muda Media Network, Nurjaman (Cknur), mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Mesuji yang kembali membuka ruang dialog antara masyarakat dan perusahaan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Polres Mesuji yang dinilai berperan aktif menjaga situasi tetap kondusif serta mendorong terlaksananya mediasi sehingga para pihak dapat kembali duduk bersama.
“Kami berharap mediasi ini menjadi pintu masuk bagi penyelesaian konflik yang adil, transparan, dan berlandaskan hukum. Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya dialog, tetapi kepastian penyelesaian yang dapat diterima semua pihak,” ujar Nurjaman.
Kini perhatian publik tertuju pada 28 Juli 2026. Mediasi tersebut akan menjadi ujian nyata bagi komitmen Pemerintah Kabupaten Mesuji dalam menyelesaikan konflik agraria yang telah berlangsung lama. Harapannya, pertemuan ini tidak hanya menghasilkan berita acara, tetapi juga keputusan yang memberikan kepastian hukum, rasa keadilan bagi masyarakat, serta menjaga kepastian usaha bagi pihak perusahaan.
Redaksi


